800.000 kendaraan pribadi roda empat bermesin diesel masih menggunakan Biosolar bersubsidi
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan sekitar 800.000 kendaraan pribadi roda empat bermesin diesel masih menggunakan Biosolar bersubsidi. Konsumsi Biosolar bersubsidi oleh mobil serupa Mitsubishi Pajero, Toyota Fortuner, maupun Toyota Land Cruiser itu bahkan mencapai kisaran 477-573 liter per unit setiap tahunnya, DPR perlu:
a. Meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan terkait penggunaan Biosolar bersubsidi oleh kendaraan pribadi, dan meninjau ulang kebijakan subsidi Biosolar, guna memastikan subsidi tersebut hanya diperuntukkan bagi sektor-sektor yang benar-benar membutuhkan seperti angkutan umum, kendaraan logistik, dan pertanian;
b. Mendorong Kementerian ESDM untuk mempercepat pengembangan dan adopsi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan sebagai pengganti Biosolar;
c. Meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperketat pemantauan distribusi Biosolar bersubsidi guna memastikan bahwa subsidi tepat sasaran dan tidak digunakan oleh kendaraan pribadi mewah, serta mengembangkan sistem penyaluran yang lebih transparan dan akuntabel, termasuk penggunaan teknologi digital untuk melacak distribusi bahan bakar bersubsidi;
d. Meminta PT Pertamina (Persero) meningkatkan pengendalian distribusi Biosolar bersubsidi, termasuk penerapan teknologi seperti sistem identifikasi kendaraan (RFID) untuk memastikan BBM bersubsidi hanya digunakan oleh yang berhak;
e. Mendorong Pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar lebih sadar dan bijak dalam menggunakan BBM bersubsidi, serta aktif berpartisipasi dalam program-program pemerintah yang mendukung penggunaan energi alternatif dan ramah lingkungan.