Presiden Joko Widodo Meminta Perum Bulog Segera Cepat Akuisisi Sumber Beras Dari Kamboja

 Presiden Joko Widodo memerintahkan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mengakuisisi sumber beras dari Kamboja dalam waktu dekat. Dengan akuisisi itu Indonesia memiliki jaminan agar Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bisa tercukupi jika produksi dalam negeri kurang untuk memenuhi kebutuhan beras nasional, DPR perlu:

a.            Mendorong Pemerintah bersama Bulog berhati-hati dan tidak tergesa-gesa menentukan kebijakan akuisisi sumber beras di Kamboja, serta memastikan memiliki data penyerapan produksi dalam negeri yang riil sebelum menetapkan kebijakan tersebut;

b.            Meminta Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pusat Statistik (BPS) memperhitungkan dengan cermat data jumlah produksi dan kebutuhan beras nasional 2024 melalui satu data yang terintegrasi, sehingga dapat ditentukan jumlah kebutuhan beras yang akurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun penambahan CBP dengan memprioritaskan beras hasil produksi petani lokal terlebih dahulu untuk pemenuhan kebutuhan beras;

c.            Mendorong pemerintah mengkaji dan memperhitungkan kembali secara cermat mengenai rencana besaran akuisisi sumber beras di Kamboja  yang dilakukan tersebut, mengingat rencana tersebut dikhawatirkan mempengaruhi biaya untuk mendorong peningkatan produksi petani beras dalam negeri;

d.            Mendorong Kementan terus berupaya meningkatkan produksi beras dalam negeri, baik melalui pemberian bibit unggul, wilayah tanam yang tepat, perluasan lahan tanam, strategi untuk mengatasi masalah gagal panen, penanganan tanam padi pada fenomena El-Nino, hingga meningkatkan kualitas petani beras dalam negeri, agar Indonesia secara perlahan-lahan dapat kembali swasembada beras dan tidak lagi bergantung pada kebijakan impor beras;

e.             Mendorong Kementan menyusun upaya menengah dan panjang untuk meningkatkan produksi beras dalam negeri dan mencegah kurangnya stok beras untuk memenuhi kebutuhan CBP dengan memperhatikan faktor bahwa Indonesia merupakan negara agraris dan memiliki kondisi cuaca alam yang tidak bisa diprediksi akurat ataupun dihalangi, sehingga Indonesia dapat mewujudkan kemandirian pangan, khususnya pangan pokok, dan tidak tergantung pada impor;

f.            Mendorong Pemerintah mengawasi stok beras di gudang Bulog agar mencukupi kebutuhan masyarakat di Indonesia, dan memastikan tidak ada penumpukan atau penimbunan beras, mengingat hal tersebut berpengaruh terhadap stok maupun harga beras di pasaran;

g.            Mendorong Pemerintah memperbaiki tata kelola CBP, sistem panen, hingga penyaluran ataupun pendistribusian beras, agar CBP dapat selalu terpenuhi sesuai target, terlebih ketika musim panen tiba, sehingga tidak perlu bergantung pada kebijakan impor beras, terlebih dalam jumlah yang cukup banyak, dan diharapkan ke depannya Pemerintah bisa lebih mengandalkan produksi beras dari dalam negeri serta mengutamakan kesejahteraan petani nasional;

h.              Menyatakan bahwa DPR turut hadir dan berkomitmen dalam meperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan petani lokal serta dalam memastikan pemerintah selalu menyediakan stok beras yang cukup bagi seluruh masyarakat Indonesia dan mampu menjaga kestabilan harga beras di pasaran.