Kemenkes catat 32 Provinsi dan 399 Kabupaten/Kota masuk dalam kategori berisiko tinggi polio

 Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 29 Februari 2024, sebanyak 32 Provinsi atau 84 persen Provinsi dan 399 Kabupaten/Kota atau 78 persen  Kabupaten/Kota  di Indonesia masuk dalam kategori berisiko tinggi polio. Sementara itu, enam provinsi lain berisiko sedang, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, DPR perlu:

a. Mendorong Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) agar bergerak cepat dalam melakukan pengendalian dan pencegahan kasus polio melalui tracking dan tracing kasus polio di berbagai wilayah, penguatan dan pemerataan cakupan imunisasi khususnya pada wilayah yang memiliki capaian imunisadi dasar lengkap (IDL) rendah serta pengentasan kejadian luar biasa (KLB) polio di berbagai wilayah di Indonesia;

b. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinkes bekerjasama dengan (Pemda) dan fasilitas kesehatan terkait agar secara aktif melaporkan jika ditemukan kasus suspek polio di wilayahnya; 

c. Mendorong pemerintah agar secara aktif, konsisten, dan kontinyu  melakukan kegiatan surveilans lumpuh layu akut, dan surveilans polio lingkungan serta memastikan sistem surveilans kesehatan masyarakat berjalan optimal. Hal itu diharapkan dapat mendeteksi kasus-kasus baru secara dini, sekaligus meredam penularannya;

d. Mendorong Kemenkes untuk menggencarkan edukasi dan informasi terkait surveilans polio dan penyakit lainnya yang bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I) mengingat saat ini masih banyak fasilitas kesehatan (faskes) maupun tenaga kesehatan (nakes) yang enggan melaporkan adanya suspek kasus maupun kasus surveilans acute flaccid paralysis (AFP)  karena kurangnya edukasi dan informasi kepada nakes maupun faskes serta stigma buruk dari AFP;

e. Mendorong Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Dinkes  bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan stakeholer terkait agar secara masif menginformasikan, mengedukasi dan menggerakkan masyarakat untuk ikut andil dalam mencegah penularan virus polio, mengenai pentingnya IDL bagi anak, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama perilaku BAB di jamban.