BPS sebut 9,89 juta anak Indonesia usia 15 hingga 24 tahun masuk ke dalam kategori NEET di tahun 2023

 Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia menyebutkan bahwa sebanyak 9,89 juta anak muda Indonesia berusia 15 hingga 24 tahun masuk ke dalam kategori Not in Education, Employment, or Training (NEET) di tahun 2023. Anak muda yang masuk kategori NEET ini berarti tidak sedang menempuh pendidikan, tidak sedang bekerja, dan tidak sedang berada dalam pelatihan, DPR perlu:

a. Meminta pemerintah mengembangkan dan memperluas program pelatihan vokasional yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Pemerintah diharapkan membuat program yang berfokus pada keterampilan praktis yang memiliki permintaan tinggi, seperti teknologi informasi, perawatan kesehatan, dan industri kreatif;

b. Meminta pemerintah menjalin kemitraan dengan sektor swasta untuk menciptakan peluang magang, pelatihan, dan pekerjaan bagi anak muda. Hal Ini bisa berupa program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berfokus pada pengembangan keterampilan dan penyerapan tenaga kerja muda;

c. Meminta pemerintah meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, termasuk pendidikan non-formal dan informal dengan menyediakan beasiswa dan bantuan finansial bagi anak muda dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka;

d. Mendorong pemerintah menggencarkan program kewirausahaan bagi anak muda, termasuk pelatihan, pendampingan, dan akses ke modal usaha. Hal ini diharapkan akan membantu mereka menciptakan peluang kerja bagi diri mereka sendiri dan orang lain;

e. Meminta pemerintah mendirikan pusat pengembangan karier di berbagai daerah yang menyediakan layanan konseling karier, pelatihan, dan penempatan kerja. Pusat ini diharapkan dapat membantu anak muda dalam mengidentifikasi minat dan bakat mereka serta memberikan panduan dalam merencanakan karier;

f. Meminta pemerintah menggencarkan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan, pelatihan, dan pekerjaan bagi anak muda. Dalam hal ini pemerintah bisa melibatkan tokoh masyarakat, influencer, dan media untuk menjangkau lebih banyak anak muda;

g. Mendorong pemerintah memperkuat dan memodernisasi kurikulum SMK agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga perlu meningkatkan kerja sama dengan perusahaan untuk magang dan penempatan kerja bagi lulusan SMK;

h. Mendorong pemerintah menyediakan layanan dukungan psikososial bagi anak muda NEET untuk membantu mereka mengatasi masalah pribadi dan motivasi yang mungkin menghalangi mereka untuk terlibat dalam pendidikan atau pekerjaan;

i. Meminta pemerintah mengimplementasikan sistem monitoring dan evaluasi yang efektif untuk menilai dampak dari program-program yang telah dilaksanakan terkait masalah ini. Pemerintah perlu menggunakan data dari hasil evaluasi ini untuk mengidentifikasi area mana yang memerlukan perbaikan dan memastikan keberlanjutan program.