Kasus Perudungan di Lingkungan Sekolah SMA Binus Serpong

 Kasus perundungan di lingkungan sekolah masih terus terjadi di Indonesia. Terakhir, seorang siswa SMA Binus Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) dilarikan ke rumah sakit setelah diduga menjadi korban perundungan atau bully oleh seniornya, yang mana salah satu anak yang terlibat perundungan diduga anak dari public figure, DPR perlu:

a. Meminta aparat penegak hukum memastikan bahwa kasus-kasus perundungan di sekolah ditangani secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu, mengingat kasus perundungan kerap terjadi berulang dan berdampak negatif bagi anak yang menjadi korban perundungan tersebut;

b. Mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Dinas Pendidikan di setiap daerah secara intensif mengadakan program pendidikan dan pelatihan bagi guru, siswa, dan orang tua tentang pentingnya menghormati satu sama lain, mengenali tanda-tanda perundungan, dan cara mengatasi serta mencegahnya;

c. Mendorong Kemendikbudristek memastikan sekolah memiliki kebijakan yang jelas dan efektif dalam penanganan kasus perundungan, termasuk prosedur pelaporan yang mudah diakses dan perlindungan bagi korban perundungan;

d. Mendorong Kemendikbudristek melakukan penguatan kerjasama antara sekolah, pemerintah, lembaga perlindungan anak, dan komunitas dalam menangani masalah perundungan, termasuk memberikan dukungan psikologis dan rehabilitasi bagi korban;

e. Mendorong Kemendikbudristek mendesak pihak sekolah memperkuat sistem pengawasan dan monitoring di sekolah untuk mencegah terjadinya perundungan, termasuk pembentukan tim khusus yang bertugas untuk mengawasi dan menangani kasus-kasus perundungan;

f. Mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggencarkan kampanye publik dan sosialisasi di media massa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif perundungan serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif bagi semua siswa.