Pemerintah Berencana Memperpanjang Jarak Proyek KCJB hingga Surabaya

Setelah Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh diresmikan Oktober kemarin, pemerintah berencana melanjutkan proyek tersebut menuju Surabaya. Indonesia sendiri telah bekerja sama dengan  China Railway Group Limited (CREC) untuk studi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya meskipun pada proyek kerja sama yang dilakukan sebelumnya pada kereta Whoosh terjadi pembengkakan biaya dari Rp76,95 triliun menjadi Rp131 triliun akibat sejumlah aspek perhitungan yang meleset dari perkiraan sebelumnya, DPR Perlu: 

a. Mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan keputusan kelanjutan proyek kereta cepat setelah studi sudah rampung dan kalkulasi sudah matang, mengingat proyek tersebut memakan biaya yang fantastis sehingga jika aspek perhitungan meleset sedikit saja dari perkiraan maka pembengkakan anggaran tidak dapat dihindarkan seperti sebelumnya dan justru akan membebani negara;

b. Mendorong pemerintah untuk memastikan tidak mengucurkan APBN untuk pembangunan proyek kereta cepat Jakarta - Surabaya mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan akan menyebabkan ketimpangan pembangunan antara Jawa dan daerah lain makin jauh jika APBN yang tadinya bisa digunakan untuk proyek pembangunan infrastruktur di luar Jawa  dijadikan sumber pembiayaan proyek tersebut;

c. Mendorong pemerintah untuk memastikan pembangunan kereta cepat jangan sampai membunuh moda transportasi lain antara Jakarta dan Surabaya, mengingat banyaknya jenis dan jumlah moda transportasi yang tersedia dari Jakarta menuju kota Pahlawan tersebut;

d. Mendorong pemerintah untuk berkomitmen melakukan pembangunan infrastruktur di luar pulau jawa khususnya infrastruktur transportasi publik dan konektivitas antar daerah yang masih lemah di pulau jawa, sebagai upaya pemerataan pembangunan seluruh daerah Indonesia.