BPS Menegaskan Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Inflasi Barang Impor

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan untuk mewaspadai dampak pelemahan rupiah terhadap inflasi khususnya barang impor. Inflasi barang impor (imported inflation) dapat tercermin dari komoditas yang diimpor secara langsung, begitu juga dalam bentuk bahan baku yang berasal dari produk impor, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk terus waspada dengan anjloknya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mengakibatkan lonjakan harga barang impor serta memicu inflasi yang cukup tinggi, dengan mempersiapkan berbagai skenario strategis melalui kebijakan fiskal dan moneter ketat;

b. Mendorong pemerintah mengevaluasi dan kembali menggenjot realisasi berbagai program hilirisasi dan swasembada pangan dalam negeri, sehingga kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi dari produk maupun bahan pangan lokal, guna menekan jumlah barang yang diimpor;

c. Mendorong pemerintah mengoptimalkan penyaluran bantuan pangan maupun bantuan langsung tunai hingga akhir tahun untuk menjaga daya beli dan perekonomian serta tidak menambah jumlah masyarakat miskin dan rentan di tengah tren peningkatan inflasi;

d. Mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu meningkatkan nilai tukar rupiah dengan membeli dan menggunakan produk dalam negeri, memprioritaskan berwisata di dalam negeri dibanding ke luar negeri, turut berinvestasi di dalam negeri, serta mendorong pelaku usaha untuk berorientasi pada impor dalam usahanya.