Penurunan ekspor pada semester I

Penurunan ekspor pada semester I-2023 akibat tertekannya permintaan pasar dunia turut menyebabkan anjloknya surplus neraca perdagangan Indonesia, yaitu nilai ekspor pada semester I-2023 menurun 8,86 persen dibandingkan dengan semester I-2022, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah mengevaluasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan kinerja ekspor pada semester I-2023, guna ditentukan strategi dan langkah yang tepat dalam meningkatkan kinerja ekspor di semester II-2023;

b. Mendorong pemerintah mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi produk dan tujuan ekspor agar kinerja ekspor tetap berjalan dengan baik dan bisa meningkat sehingga neraca perdagangan Indonesia juga dapat lebih berdaya tahan;

c. Mendorong pemerintah mengklasifikan sektor-sektor yang banyak mengalami penurunan ekspor, seperti komoditas ekspor industri pengolahan besi dan baja, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, minyak kelapa sawit mentah, sepatu olahraga, dan pupuk, serta menelusuri penyebab penurunan ekspor di sektor-sektor tersebut agar ke depannya dapat ditentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan kembali kinerja dan nilai ekspor di sektor-sektor tersebut;

d. Mendorong pemerintah memetakan sektor-sektor unggulan di tiap wilayah yang berpotensi meningkatkan kinerja ekspor beserta negara-negara tujuannya, khususnya pemetaan terhadap sektor-sektor ekspor yang banyak diminati secara global, agar sektor-sektor tersebut dapat lebih ditingkatkan hasil produksi maupun kualitasnya;

e. Mendorong pemerintah mempertimbangkan untuk mengevaluasi atau melakukan deregulasi sejumlah aturan terkait ekspor agar ekspor memiliki birokrasi yang lebih efisien;

f. Mendorong pemerintah melakukan diplomasi ekonomi secara berkelanjutan dan memperluas akses pasar, sehingga dapat mendorong peningkatan kinerja ekspor di Indonesia yang lebih tinggi dibandingkan impor, guna meningkatkan pendapatan atau devisa negara.