Industri Manufaktur Menyumbang Penerimaan Pajak Sebesar 27,4 Persen
Berdasarkan laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Semester I Tahun 2023 oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), industri manufaktur menyumbang penerimaan pajak sebesar 27,4 persen terhadap total penerimaan pajak. Dibandingkan kondisi sebelum pandemi, sumbangsih sektor manufaktur terhadap penerimaan pajak melemah, sebab industrialisasi berbasis hilirisasi sumber daya alam yang digencarkan pemerintah beberapa tahun terakhir, belum signifikan berkontribusi pada penerimaan pajak, DPR perlu:
a. Mendorong Pemerintah meningkatkan koordinasi serta sinergi antar kementerian dan lembaga (K/L) dalam upaya menyiapkan hilirisasi industri, sehingga hilirisasi industri dapat memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar terhadap sumber daya alam Indonesia dan mampu berkontribusi lebih tinggi terhadap penerimaan pendapatan negara, serta hasil dari hilirisasi industri dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat maupun pengusaha;
b. Mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memberikan stimulus terhadap industri manufaktur melalui investasi guna mencegah terjadinya gejala deindustrialisasi dini dan membantu industri memberikan nilai tambah pada produk manufaktur Indonesia baik di pasar dalam negeri maupun diekspor, sehingga memiliki daya saing tinggi dan berdampak pada penerimaan pajak yang lebih tinggi.
c. Mendorong Pemerintah mengoptimalkan upaya penggerakan hilirisasi industri hingga mampu memastikan hilirisasi dapat memberikan hasil berupa penerimaan negara yang lebih tinggi, mengingat pemberian diskon dan insentif perpajakan pada pelaku industri untuk menggerakkan hilirisasi belum mampu membawa hasil yang setimpal jika dilihat dari tren yang berkembang saat ini;
d. Mendorong Pemerintah mempertimbangkan untuk memaksimalkan insentif atau disinsentif non-pajak berupa biaya tambahan seperti bea keluar atau pungutan ekspor lebih tinggi bagi industri yang mengekspor produk mentah guna tetap mengoptimalkan segi penerimaan pajak negara.