Cina Meminta APBN Menjadi Pinjaman Utang Proyek KCJB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) mengatakan Cina masih terus meminta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi penjamin pinjaman utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), DPR perlu:
a. Mendorong Menko Marves bersama Kementerian Kuangan (Kemenkeu) mengatur strategi apabila Cina memutuskan tetap meminta APBN sebagai penjamin utang dan segera mengkaji serta melakukan analisis anggaran dalam APBN sehingga dapat merespon untuk menolak permintaan tersebut secara tegas dan berdasarkan data yang jelas;
b. Mendorong pemerintah untuk terus mengawasi perkembangan dari proyek KCJB agar dapat diupayakan semaksimal mungkin agar proyek tersebut selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan yakni pada pertengahan tahun 2023, dan mengatur strategi cadangan, baik realisasi pengerjaan proyek hingga anggaran, apabila target penyelesaian proyek KCJB terpaksa harus diundur kembali;
c. Mendorong pemerintah agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk membangun infrastruktur baru, mengingat permasalahan proyek KCJB mestinya menjadi pembelajaran pemerintah agar lebih berhati-hati dan melakukan kajian mendalam serta proyeksi secara detail, sebelum mengeksekusi pembangunan infrastruktur. (RA)