Sektor Ketenagakerjaan Belum Pulih dari Dampak Pandemi Covid-19
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkap sektor ketenagakerjaan masih belum terlalu pulih dari dampak pandemi COVID-19. Meski permintaan tenaga kerja tinggi, namun tenaga kerja yang ada di Indonesia masih belum memenuhi kompetensi yang diinginkan industri, DPR perlu:
a. Mendorong Kemnaker berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengembangkan dan memperkuat ekosistem vokasi yang terintegrasi mulai dari pelatihan dan sertifikasi hingga penempatan di pasar kerja dan kewirausahaan dalam rangka mengembangkan kompetensi tenaga kerja;
b. Mendorong Kemnaker berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan berbagai pengembangan program pelatihan vokasi yang diselenggarakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di seluruh Indonesia. Diharapkan, hal tersebut dapat mengurangi potensi ketidakcocokan di pasar kerja dan meningkatkan keterampilan (hard skill) masyarakat di setiap daerah;
c. Mendorong Kemendikbudristek mengevaluasi sistem pendidikan dan pelatihan di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan Tinggi, sehingga dapat diketahui kendala dan hambatan yang terjadi, dengan harapan lulusan SMK dan Perguruan Tinggi dapat diarahkan untuk menunjang peningkatan dan pengembangan di dunia usaha maupun industri;
d. Mendorong Kemendikbudristek dan Kemenperin memastikan perusahaan-perusahaan di dunia usaha dan industri dapat bekerja sama dengan vokasi, seperti membuka program magang bagi lulusan program vokasi, mengingat dengan memberdayakan lulusan vokasi, perusahaan dapat mempekerjakan pemagang yang sudah terlatih dan tersertifikasi, serta ke depannya dapat menjadi strategi perusahaan untuk merekrut dan mendapatkan jaminan tenaga kerja yang berdaya saing melalui lulusan vokasi. (RA)