Peningkatan Penggunaan BBM Jelang Akhir Tahun

Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), seperti gasoil (solar), gasoline (bensin), kerosin (minyak tanah), hingga avtur, jelang akhir tahun diperkirakan akan meningkat, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah memastikan stok BBM dalam negeri berada dalam kondisi aman, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru);

b. Mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengoptimalkan kinerja dari Posko Nasional Sektor ESDM, sebagaimana yang diinstruksikan dalam Surat Keterangan (SK) Nomor 897.K/HK02/SCNR2022 tentang Tim Posko Nasional Sektor ESDM, sehingga diharapkan koordinasi dam pengawasan penyediaan dan pendistribusian BBM jelang akhir tahun dapat berjalan dengan optimal;

c. Mendorong Kementerian ESDM memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan mobilitas secara signifikan jelang akhir tahun, sehingga pendistribusian dan antisipasi ketersediaan tambahan stok BBM dapat dialokasikan tepat sasaran;

d. Mendorong PT. Pertamina memantau penyalur dan distribusi BBM, termasuk liquefied petroleum gas (LPG) dan avtur, agar masyarakat tetap bisa melakukan mobilitas dengan tenang dan aman tanpa perlu khawatir akan terkendala oleh minimnya stok BBM, serta memastikan kondisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tidak dalam antrean yang terlalu panjang akibat kosongnya BBM jenis tertentu;

e. Mendorong Kementerian ESDM dan PT. Pertamina berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan alokasi penambahan ketersediaan avtur di seluruh Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan jam terbang yang telah diatur jelang akhir tahun, mengingat kesiapan transportasi udara juga perlu dimaksimalkan agar tidak terjadi hambatan selama padatnya mobilitas jelang akhir tahun nanti. (LA)

(20 Desember 2022)