Bank Indonesia Sebut Ancaman Stagflasi Global Di Tengah Meningkatnya Angka Inflasi

Bank Indonesia (BI) menyatakan ancaman stagflasi global atau melambatnya pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya angka inflasi masih sangat tinggi, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah dan BI mengantisipasi ancaman stagflasi terhadap perekonomian nasional dengan menahan lonjakan inflasi melalui berbagai kebijakan fiskal dan moneter antisipatif akibat harga komoditas global yang masih tinggi, ditambah adanya dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri yang bisa mendorong peningkatan inflasi;

b. Meminta pemerintah terus meningkatkan efisiensi rantai pasok barang dan jasa untuk mencegah adanya alur distribusi yang terganggu sehingga ikut berpengaruh pada peningkatan harga komoditas dalam negeri;

c. Mendorong pemerintah terus mengeluarkan kebijakan yang berpihak terhadap pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui kemudahan perizinan, kemudahan akses permodalan, hingga melakukan pembinaan, mengingat kontribusi UMKM pada produk domestik bruto (PDB) dan menyediakan lapangan pekerjaan cukup tinggi;

d. Mendorong pemerintah membangun strategi ketahanan pangan yang kuat serta mendorong produktivitas pangan nasional dalam jangka pendek hingga panjang untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri;

e. Mendorong Kementerian/Lembaga (K/L) meningkatkan kualitas belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di sisa tahun 2022 dan mengoptimalkan APBN 2023 sebagai salah satu pendorong pergerakan ekonomi, mengingat pada paruh pertama tahun 2022 belanja negara mengalami pelambatan;

f. Mendorong Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meningkatkan realisasi investasi sebagai modal pendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi;

g. Mengimbau masyarakat menggunakan produk lokal sebagai upaya untuk turut berkontribusi dalam pergerakan roda perekonomian. (RA)

(9 September 2022)