293 Ribu Sekolah Belum Mendapatkan Program Sanitasi Sekolah

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan terdapat 293 ribu sekolah tidak mempunyai akses terhadap air minum, sanitasi dan fasilitas kebersihan dasar di sekolah. Program Sanitasi berbasis Sekolah (Sanisek) sangat penting untuk mendukung lingkungan sekolah yang sehat khususnya bagi penyandang disabilitas dan perempuan. DPR perlu:

a. Mendorong Kemenkes bersama Pemerintah Daerah (Pemda) mengoptimalkan program Sanisek di semua satuan pendidikan dengan menyediakan fasilitas Sanisek yang berkualitas baik dan kemudahan akses setiap siswa dalam memperoleh air minum, sanitasi dan fasilitas kebersihan dasar. Karena dikhawatirkan, apabila program Sanisek ini tidak berjalan optimal akan menimbulkan penyakit berbasis lingkungan seperti diare, malaria dan demam berdarah dengue (DBD);

b. Mendorong Kemenkes bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkerja sama untuk meningkatkan pembangunan fasilitas inklusif toilet bagi penyandang disabilitas dan perempuan, mengingat masih banyak sekolah yang tidak memisahkan penggunaan toilet antara laki-laki dan perempuan bahkan termasuk penyediaan toilet bagi kaum penyandang disabilitas;

c. Meminta Kemendikbudristek berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar lingkungan sekolah termasuk dalam target program pemenuhan akses air bersih dan sanitasi, mengingat lingkungan yang sehat menumbuhkan anak didik yang kuat, cerdas, dan berprestasi;

d. Mengimbau kepada masyarakat bahwa DPR bersama Pemerintah akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualiatas kesehatan dalam lingkungan sekolah, agar setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang dangan baik dan sehat menuju masa depan yang gemilang. (YA)

(14 September 2022)