Penggunaan Energi Listrik Indonesia Masih Rendah

Berdasarkan data Ember's Global Electrical Reviews 2022 terungkap bahwa pemanfaatan listrik tenaga surya di Indonesia  masih dibawah 2 persen. Penggunaan listrik yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia juga sebagai yang paling rendah di antara negara kelompok 20 (G20). Hal ini perlu mendapatkan perhatian, mengingat pemerintah memiliki target untuk memenuhi target bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025. DPR Perlu:

a. Mendorong pemerintah menyusun strategi dan mengembangkan teknologi untuk mengoptimalkan sumber energi surya, sebagai upaya transisi energi ke energi baru terbarukan (EBT) yang ramah bagi lingkungan, dan dinilai potensial dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional mengingat Indonesia memiliki potensi energi surya sangat besar yakni sekitar 4.8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 Giga Watt Peak (GWp) ;

b. Meminta pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) untuk mendukung pengembangan usaha penunjang tenaga listrik dalam negeri, khususnya dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, dimana sampai dengan 2030 peningkatan pemanfaatan PLTS skala besar ditargetkan akan meningkat dengan kapasitas sebesar 4,7 GW;

c. Mendorong pemerintah menjalin kerjasama dan belajar dari negara lain dalam pengembangan PLTS dan memsatikan pembangunan PLTS memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebagai upaya menyediakan ongkos dan sumber daya listrik yang ekonomis bagi masyarakat mengingat pengembangan PLTS Indonesia masih terhambat pemenuhan TKDN sebesar 60 persen yang menyebabkan biaya penggunaan tenaga surya masih cukup mahal bagi masyarakat;

d. Mendorong komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh kebijakan terkait energi nasional kedepannya diselaraskan dengan tujuan transisi energi yang terjangkau, sehingga kedepannya bauran energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya penggunaan energi surya semakin meningkat;

e. Mendorong pemerintah untuk terus melakukan sosialisasi dan kampanye terkait pentingnya transisi energi kepada masyarakat, sehingga perubahan budaya masyarakat dalam pemanfaatan energi terbentuk dan partisipasi masyarakat dalam upaya transisi energi meningkat. (RR)

(23 Agustus 2022)