BUMN Akan Bangun Pabrik Farmasi

Dalam rangka mewujudkan kemandirian obat dan vaksin nasional, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membangun pabrik farmasi yang akan mulai dilakukan pada tahun 2023-2027 dan diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar Rp5 triliun, DPR perlu:

a. Mendorong BUMN untuk secara serius melakukan pembangunan pabrik farmasi tersebut sampai selesai dan tidak mangkrak sebab biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, serta berkomitmen agar kualitas seluruh obat dan vaksin yang dihasilkan nanti berstandar internasional dan aman digunakan oleh masyarakat;

b. Mendorong BUMN menyusun strategi yang tepat guna mencapai target, visi, dan tujuan dari pembangunan pabrik farmasi tersebut, yaitu yang utama sebagai upaya untuk mewujudkan kemandirian obat dan vaksin di Indonesia, mengingat saat ini sebagian besar bahan baku obat dan vaksin masih impor;

c. Mendorong BUMN melibatkan dan memberdayakan para peneliti untuk berkolaborasi serta bekerja sama dalam mengembangkan riset-riset terkait farmasi, khususnya dalam memanfaatkan berbagai sumber kekayaan alam yang ada di Indonesia yang berpeluang dalam pengembangan bahan baku obat dan vaksin dari dalam negeri;

d. Mendorong BUMN memastikan bahwa pabrik farmasi tersebut nantinya dapat memenuhi kebutuhan obat dan vaksin dalam negeri serta membuka peluang untuk penjualan bahan baku obat dan vaksin dari Indonesia ke pasar ekspor. (LA)

(23 Agustus 2022)