Program Minyak Goreng Curah Kemenperin Sudah Satu Bulan Masih Terbentur Sejumlah Hambatan
Sudah lewat satu bulan pemerintah menggulirkan program minyak goreng curah bersubsidi bagi masyarakat serta usaha mikro dan kecil, tetapi penyalurannya masih terbentur sejumlah hambatan. Sampai hari ini, sejumlah produsen yang telah menyalurkan minyak goreng curah belum menerima pembayaran klaim biaya subsidi untuk penyaluran tahap pertama. Hambatan penyaluran ini membuat harga minyak goreng curah di pasaran tetap tinggi, DPR perlu:
a. Mendesak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mempercepat proses verifikasi klaim subsidi oleh sejumlah produsen, mengingat saat ini klaim subsidi pengusaha masih dalam proses pengadaan lelang jasa survei oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS);
b. Mendesak Kemenperin untuk mencari alternatif skema pembayaran kepada para produsen yang berkewajiban menyalurkan minyak goreng curah bersubsidi, mengingat berdasarkan pernyataan Direktur Eksekutif Gabung an Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, jika sampai minggu ketiga bulan April pembayaran belum dilakukan, pengusaha bisa kehabisan modal kerja dan akan kesulitan menyuplai minyak goreng curah untuk penyaluran tahap berikutnya. Hal itu akan berdampak pada keberlanjutan program penyediaan minyak goreng curah bersubsidi ini;
c. Meminta Kemenperin untuk mengirimkan surat peringatan kepada perusahaan yang sudah terdaftar di Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) Kemenperin dan berkontrak dengan BPDKS yang belum melakukan menjalankan komitmen untuk memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng curah, mengingat saat ini dari total 75 perusahaan yang sudah terdaftar di SIINas dan berkontrak dengan BPDPKS, masih ada 24 perusahaan yang belum menjalankan komitmennya;
d. Meminta pemerintah bersama aparat keamanan gencar melakukan operasi pasar guna menghindari adanya penimbunan atau adanya pedagang yang belum mendapatkan pasokan minyak goreng curah bersubsidi, mengingat harga minyak goreng di pasar-pasar tradisional saat ini masih jauh di atas HET.
(14 April 2022)