99,2 Persen Penduduk di 21 Kabupaten atau Kota di Jawa-Bali Diklaim Miliki Antibodi SARS-CoV-2

Sebanyak 99,2 persen penduduk di 21 kabupaten atau kota di Jawa-Bali yang menjadi daerah asal dan tujuan mudik diklaim memiliki antibodi SARS-CoV-2, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Pemerintah Daerah (Pemda), dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tetap mengawasi protokol kesehatan (prokes) selama aktivitas di bulan Ramadan, mudik, lebaran, dan pasca Lebaran, mengingat meskipun capaian vaksin Covid-19 dan imunitas masyarakat cukup tinggi, namun masih ada masyarakat yang belum memiliki antibodi yang kuat karena keterbatasan kesehatan yang menghambat atau tidak bisanya diberikan vaksin Covid-19;

b. Mendorong Kemenkes dan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait lainnya untuk tidak lengah terhadap klaim tingginya antibodi masyarakat tersebut, dan tetap memperkuat sistem kesehatan dan mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 pasca aktivitas mudik Lebaran nanti;

c. Mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menerapkan prokes, sebab pandemi Covid-19 belum berakhir, sebab kunci utama dari pencegahan meluasnya penyebaran virus corona adalah komitmen bersama untuk patuh dan disiplin menerapkan prokes;

d. Mendorong Kemenkes terus menggencarkan upaya vaksinasi Covid-19, baik dosis pertama, kedua, dan ketiga, hingga ke seluruh wilayah Indonesia, agar pembentukan antibodi yang kuat tidak hanya bagi masyarakat di wilayah padat penduduk dan tinggi mobilitas saja, namun bagi seluruh masyarakat Indonesia. Risiko penularan Covid-19 harus terus ditekan, salah satunya melalui penguatan imunitas atau antibodi masyarakat.

(21 April 2022)