Putus Sekolah Masih Banyak Dialami Anak Indonesia
Fenomena putus sekolah masih banyak dialami anak-anak Indonesia. Pada tahun 2021, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat 38,116 siswa SD dan 15.042 siswa SMP putus sekolah, sementara di jenjang SMA sebanyak 22,085 siswa, DPR perlu:
a. Mendorong Kemendikbudristek dan Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan pemetaan di daerah mana saja siswa putus sekolah terjadi sehingga pemerintah bisa memberikan fokus yang lebih terhadap daerah tersebut dan mencegah angka putus sekolah terus meningkat;
b. Mendorong Kemensos dan Dinas Pendidikan beserta pihak sekolah melakukan follow up kepada keluarga yang anggota keluarganya mengalami putus sekolah dan memberikan edukasi tentang urgennya pendidikan serta memberikan solusi dan bantuan terhadap permasalahan yang membuat siswa putus sekolah;
c. Mendorong Kemendikbudristek dan Kemensos terus mempercepat proses validasi dalam hal integrasi data kependidikan dengan induk kependudukan, kemiskinan dan kesehatan, sehingga dengan data terintegrasi yang valid semua pemangku pendidikan dapat membuat program tepat sasaran untuk memastikan anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan.
(1 Maret 2022)