Harga Pupuk Nonsubsidi Melonjak 100 Persen

Serikat Petani Indonesia (SPI) mencatat harga pupuk non-subsidi melonjak 100 persen sejak awal 2022. Selain itu, Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) juga memperkirakan stok dan harga pupuk NPK akan terganggu, puncaknya pada bulan Juni 2022 imbas invasi Rusia ke Ukraina, DPR perlu:

a. Meminta Kementerian Pertanian (Kementan) mengantisipasi potensi kelangkaan pupuk non-subsidi akibat tingginya permintaan maupun mengantisipasi potensi adanya oknum yang melakukan penimbunan terhadap pupuk non-subsidi;

b. Mendorong Kementan melakukan pembenahan sistem tata kelola pupuk subsidi untuk mengantisipasi beralihnya petani pengguna pupuk non-subsidi ke pupuk subsidi, mengingat hingga kini distribusi pupuk subsidi masih memiliki sejumlah masalah;

c. Mendorong PT Pupuk Indonesia mulai memperhitungkan stok bahan baku impor untuk kebutuhan pembuatan pupuk NPK dan segera mencari negara alternatif sebagai importir bahan baku, apabila konflik Rusia dan Ukraina diprediksi akan sangat berpengaruh pada pupuk NPK, agar kebutuhan pupuk NPK dalam negeri tetap terpenuhi;

d. Mendorong Kementan bersama PT Pupuk Indonesia melakukan evaluasi dan perhitungan terhadap produksi dan kebutuhan pupuk bagi petani agar kebutuhan pupuk nasional terpenuhi;

e. Mendorong Kementan dan PT Pupuk Indonesia mengevaluasi distribusi pupuk subsidi maupun non-subsidi sebagai upaya menyusun strategi optimalisasi pengawasan terhadap penyaluran pupuk ke petani.

(15 Maret 2022)