9 WNI Masih Tertahan di Ukraina
Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) masih tertahan di Chernihiv, Ukraina. Mereka belum bisa dievakuasi karena jalur evakuasi menjadi salah satu tempat pertempuran antara Rusia dengan Ukraina, bahkan serangan Rusia di Chernihiv sempat menganggu layanan umum seperti air, listrik, gas, hingga jaringan komunikasi, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia berkoordinasi dengan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Kyiv terus menjallin komunikasi dengan 9 WNI tersebut untuk memastikan kondisi WNI dan memberikan informasi cepat ketika jalur evakuasi sudah aman;
b. Mendukung langkah Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia berkoordinasi dengan KBRI di Kyiv untuk melakukan komunikasi atau membuka ruang dialog dengan pihak-pihak di Ukraina dan Rusia untuk membuat jalur evakuasi yang aman sebagai jalan keluar untuk mempercepat evakuasi sembilan WNI dari Chernihiv;
c. Mendorong Kemenlu berkoordinasi dengan KBRI di Kyiv untuk memastikan keamanan dan ketersediaan fasilitas listrik, air, dan gas, serta persediaan logistik yang mencukupi dan memadai bagi sembilan WNI tersebut selama menunggu proses evakuasi;
d. Mendorong Kemenlu meminta KBRI di Kyiv untuk selalu berkomunikasi dengan sembilan WNI yang masih tertahan tersebut, dan mengatur strategi agar komunikasi tetap bisa dilakukan apabila terdapat kemungkinan terjadinya kembali kerusakan jaringan komunikasi di wilayah tempat sembilan WNI tersebut tertahan, sehingga keberadaan dan kondisi sembilan WNI tersebut tetap selalu terpantau.
(14 Maret 2022)