2 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia
Pandemi Covid-19 sudah melanda Indonesia selama dua tahun, sejak pemerintah mengumumkan kasus pertama pada 2 Maret 2022. Tahun ini pemerintah disebut tengah menyiapkan protokol pandemi Covid-19 menjadi endemi, DPR perlu:
a. Menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang terus berupaya membenahi penanganan Covid-19 di Indonesia melalui evaluasi kebijakan strategis yang dikeluarkan serta menerima masukan dari berbagai kalangan masyarakat, sehingga penanganan Covid-19 di Indonesia dapat berjalan maksimal dan terkendali;
b. Mendorong pemerintah untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan memperhatikan berbagai aspek dalam menyusun protokol transisi pandemi ke endemi Covid-19. Pemerintah diminta tidak gegabah dan memperhatikan indikator dan kriteria yang jelas yang harus dipenuhi Indonesia untuk masuk ke status endemi Covid-19;
c. Mendorong pemerintah untuk bersikap tegas dan konsisten dalam menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 sehingga tidak memunculkan permasalahan baru yang menghambat transisi pandemi ke endemi Covid-19;
d. Mendorong pemerintah untuk menggencarkan vaksinasi Covid-19 dari dosis pertama hingga dosis ketiga sehingga berdampak pada meningkatnya kekebalan tubuh masyarakat terhadap virus dan menurunkan jumlah pasien yang dirawat serta angka kematian akibat Covid-19;
e. Mendorong pemerintah pusat, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dan pemerintah daerah untuk berkomitmen melakukan berbagai cara yang dapat menurunkan dan mengendalikan penyebaran Covid-19, baik dengan memperketat mobilitas dan kegiatan masyarakat, memasifkan kembali kampanye penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, serta menggencarkan testing dan tracing yang diimbangi dengan treatment yang tepat;
f. Meminta masyarakat untuk bersiap dalam transisi pandemi ke endemi Covid-19. Masyarakat diminta untuk mendukung seluruh kebijakan pemerintah yang dianggap dapat mempercepat penanganan Covid-19 sehingga masyarakat dapat segera hidup sediakala berdampingan dengan Covid-19 mengingat virus ini tidak bisa hilang dalam waktu singkat.
(2 Maret 2022)