Terjadi Peningkatan Kasus DBD di Berbagai Wilayah di Indonesia

Adanya potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di berbagai wilayah Indonesia pada bulan Januari 2022, seperti Pontianak, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan wilayah lainnya, bahkan tidak sedikit pasien dinyatakan meninggal dunia karena penyakit ini, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta rumah sakit-rumah sakit dan berbagai fasilitas kesehatan (faskes) lainnya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien DBD, baik dari pelayanan untuk tes DBD, kesiapan tenaga medis, maupun kebutuhan obat-obatan DBD yang memadai, seperti abate, serta juga mewaspadai potensi terjadinya koinfeksi antara Covid-19 dan DBD, mengingat terdapat kemiripan gejala awal pada pasien DBD dengan pasien Covid-19, sehingga perlu pendeteksian dini yang lebih cepat dan akurat guna mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah terjadinya perburukan gejala pada pasien;

b. Mendorong Kemenkes melalui Dinas Kesehatan melakukan upaya pengendalian yang dapat menyebabkan peningkatan kasus DBD, salah satunya dengan melakukan fogging secara berkala, khususnya di wilayah-wilayah padat pemukiman, serta melakukan abatisasi menggunakan insektisida sintetik;

c. Mendorong Kemenkes menyosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk secara mandiri melakukan upaya pengendalian DBD di kediaman masing-masing untuk mengontrol jumlah nyamuk di rumah, salah satunya dengan memastikan tidak ada genangan air yang bisa menjadi tempat nyamuk bertelur dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur benda yang bisa menampung air, menggunakan larvasida, serta menanam tumbuhan pengusir nyamuk;

d. Mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) kembali mengoptimalkan peran juru pemantau jentik (jumantik) untuk secara rutin memeriksa setiap rumah guna memantau dan mengontrol keberadaan jentik-jentik nyamuk;

e. Mengimbau pemerintah dan juga masyarakat agar tidak hanya mewaspadai penyebaran virus corona dan variannya, tetapi juga waspada terhadap penyakit yang lain yang berpotensi membahayakan kesehatan, salah satunya DBD. DIharapkan masyarakat apabila merasakan gejala DBD, seperti muntah, nyeri perut, perubahan suhu tubuh dari demam menjadi dingin atau hipotermia, dan melambatnya denyut jantung untuk segera melaporkan atau memeriksa kesehatan diri ke pelayanan kesehatan terdekat, baik ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau rumah sakit.

(26 Januari 2022)