Cakupan Imunisasi Dasar per Provinsi Menurun

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan bahwa selain gelombang ketiga Covid-19, kejadian luar biasa (KLB) juga berpotensi menjadi ancaman akibat cakupan imunisasi dasar lengkap per-provinsi terus menurun, DPR perlu:

a. Mendorong Kemenkes segera mendata provinsi mana saja yang mengalami penurunan cakupan imunisasi dan jenis imunisasi apa saja yang masih harus dilengkapi, sehingga dapat segera dilakukan upaya pendekatan jemput bola (door to door) imunisasi, mengingat sejumlah penyakit seperti campak, difteri, dan polio dapat berpotensi menjadi KLB apabila tidak segera dicegah melalui upaya imunisasi;

b. Mendorong Kemenkes melakukan evaluasi secara komprehensif atas menurunnya cakupan imunisasi tersebut, mengingat berdasarkan data Kemenkes hingga Agustus 2021, cakupan imunisasi dasar lengkap secara nasional menurun hingga 43,3 persen;

c. Mendorong Kemenkes meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan pemberian imunisasi dasar yang lengkap pada anak, terlebih saat ini kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai menunjukkan pelandaian, namun tetap harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat selama proses imunisasi anak berlangsung. Pemda diharapkan berkoordinasi dengan rumah sakit (RS), pusat kesehatan masyarakat, pos pelayanan terpadu (Posyandu), dan fasilitas kesehatan lainnya yang menyelenggarakan imunisasi untuk anak, agar mensosialisasikan prosedur prokes dan keamanan di fasilitas kesehatan dalam pelayanan imunisasi;

d. Mendorong Pemerintah berkomitmen untuk tetap memperhatikan sektor kesehatan lainnya di luar penanganan Covid-19, dan berkomitmen agar upaya penanganan kesehatan lainnya jangan sampai terabaikan, salah satunya pemenuhan imunisasi dasar bagi anak yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan anak di masa depan, dan pentingnya upaya untuk mencegah terjadinya KLB yang dipicu oleh sejumlah penyakit melalui imunisasi yang lengkap.

(14 Oktober 2021)