Varian Delta menjadi Varian Paling Banyak Ditemukan di Indonesia
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa sejak tahun 2020 sampai 1 September 2021 varian Delta menjadi varian dari virus Corona yang paling banyak ditemukan di Indonesia, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan dan langkah ekstra dalam berbagai strategi untuk penanganan pandemi, sebab varian Delta termasuk dalam variant of concern (VOC) yang berpotensi menyebabkan peningkatan penularan dan peningkatan kematian, bahkan memiliki kemampuan dalam memengaruhi efektivitas vaksin;
b. Mendorong Kemenkes terus melakukan whole genome sequence untuk melacak keberadaan varian virus, khususnya yang termasuk dalam VOC seperti Alpha, Beta, dan Delta yang diketahui saat ini masih ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia;
c. Mendorong Kemenkes meningkatkan dan memperluas cakupan vaksinasi ke seluruh wilayah Indonesia sebab vaksin merupakan salah satu upaya untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), mengingat saat ini situasi Indonesia masih cukup rentan terhadap gejolak pandemi sebab penanganan pandemi yang cenderung sporadis;
d. Mendorong Kemenkes memetakan negara-negara yang masih memiliki angka VOC yang tinggi, serta membatasi dan memperketat akses masuk negara tersebut ke Indonesia guna mencegah terjadinya peningkatan penyebaran VOC di Indonesia, khususnya varian Delta;
e. Mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin dalam beraktivitas sehari-hari, seperti rajin mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas;
f. Mendorong Kemenkes untuk mempersiapkan solusi dari krisis kesehatan publik yang berkepanjangan serta memperkuat kapasitas dalam mengantisipasi pandemi di masa datang, seperti dengan membuat roadmap penyelesaian pandemi Covid-19 dan pembangunan tata kelola pandemi yang dapat mengendalikan wabah penyakit dengan indikator yang jelas, terukur, dan obyektif, serta mencakup intervensi epidemiologis, intervensi sosial, dan intervensi ekonomi.
(6 September 2021)