Kemenkeu Sebut Konsumsi Rumah Tangga Sulit Mencapai Target 5,3 Persen
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan bahwa kenaikan konsumsi rumah tangga masih cukup berat untuk mencapai target 5,1 sampai 5,3 persen pada tahun 2022, DPR perlu:
a. Mendorong Kemenkeu untuk memetakan dan merincikan kelompok rumah tangga yang memiliki pendapatan stabil, sehingga bisa diarahkan untuk peningkatan konsumsi;
b. Mendorong Kemenkeu memperhatikan skema keuangan negara di tengah situasi pandemi Covid-19, sehingga stimulus ekonomi dapat dialokasi tepat sasaran dan dapat dilakukan penyederhanaan administrasi belanja barang atau jasa;
c. Mendorong Pemerintah untuk melakukan upaya inovasi, seperti perlu dilakukannya variasi usaha, fleksibilitas usaha, hingga upaya peningkatan digitalisasi bagi pelaku usaha, karena dampak skala usaha memiliki efek heterogen, mengingat hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga dan konsumsi rumah tangga yang merupakan salah satu komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi domestik;
d. Mendorong Pemerintah memaksimalkan pengalokasian dana untuk perlindungan sosial, baik melalui Bantuan Sosial (Bansos), Dana Desa, Subsidi Listrik, Program Keluarga Harapan (PKH), maupun program bantuan perlindungan sosial lainnya, yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendorong konsumsi masyarakat;
e. Mendorong Pemerintah untuk mempertimbangkan rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), terutama pada barang konsumsi rumah tangga karena kenaikan tarif PPN dapat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, mengingat pandemi belum berakhir dan perekonomian masyarakat belum pulih;
f. Mendorong Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, mengingat peningkatan lapangan pekerjaan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang diharapkan mampu mendorong konsumsi rumah tangga;
g. Mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap kegiatan dan aktivitas sehari-hari, mengingat prokes merupakan salah satu upaya untuk mencegah meluasnya virus, sehingga diharapkan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang dapat terus ditekan, juga dapat berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi rumah tangga yang berimbas pada peningkatan perekonomian nasional.
(7 Juni 2021)