Alat Peringatan Dini Tsunami Sudah Usang

Alat Tsunami Early Warning System (TEWS) atau alat peringatan dini tsunami yang dipasang sejak 10 tahun lalu oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah hampir usang, sebagian mulai tidak berfungsi, dan juga ada yang hilang, DPR perlu:

a. Mendorong BMKG, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), bersama Pemerintah Daerah (Pemda) segera melakukan pendataan dan pengecekan terhadap titik-titik yang sebelumnya telah ditetapkan untuk dilakukan pemasangan TEWS, sehingga sirene peringatan tsunami yang sudah tidak berfungsi dan hilang dapat segera diperbaharui dan ditambah;

b. Mendorong BMKG dan BPPT mempersiapkan anggaran yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengadaan sistem peringatan dini gempa dan tsunami, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sejumlah wilayah yang terindikasi rawan terhadap terjadi gelombang tsunami, sehingga keberadaan buoy dengan kualitas yang baik menjadi hal yang penting;

c. Menyampaikan bahwa DPR RI mendukung BMKG dan BPPT dalam pengadaan dan pengembangan TEWS produk buatan dalam negeri, seperti Ina Buoy, namun tetap harus memastikan TEWS tersebut memiliki kualitas, fungsi, dan keakuratan yang baik;

d .Mendorong BMKG agar dapat mensosialisasikan kepada Pemda mengenai perawatan dan peremajaan TEWS, mengingat pentingnya fungsi TEWS sebagai perangkat untuk mitigasi tsunami;

e. Mendorong Pemda, khususnya bagi Pemda di wilayah-wilayah rawan tsunami, selain memastikan ketersediaan TEWS, juga mempersiapkan sarana dan prasarana mitigasi di sejumlah pantai-pantai, termasuk rambu-rambu dan jalur evakuasi di permukiman, sebagai kelengkapan pendukung mitigasi bencana tsunami;

f. Mendorong Pemerintah berkomitmen membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi adanya ancaman bencana tsunami maupun gempa di Indonesia, salah satunya den ganmengoptimalkan sistem peringatan dini tsunami atau Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS)

(9 Juni 2021)