Evaluasi P2G terhadap Percobaan Pembelajaran Tatap Muka

Hasil evaluasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) terhadap 16 provinsi yang sudah melalukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada Januari, Maret, dan April 2021 menemukan banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan di dalam sekolah, sehingga berpotensi menjadi kluster penyebaran Covid-19, DPR perlu:

a. Mendorong Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan serta melibatkan aparat untuk membentuk Satuan Tugas yang dapat mengawasi dan memastikan pelaksanaan prokes di sekolah dengan melakukan patroli dan sidak secara berkala;

b. Mendorong Pemda melalui Dinas Pendidikan untuk menindak tegas satuan pendidikan dan guru yang melanggar prokes guna memberikan efek jera dan membangun kedisiplinan untuk menerapkan prokes saat kegiatan belajar mengajar;

c. Mendorong Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi kepada satuan pendidikan  yang menyelenggarakan PTM mengenai prosedur protokol kesehatan dan sarana prasarana yang harus tersedia untuk menyelenggarakan PTM;

d. Mendorong Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi para guru dan berkomitmen menuntaskan vaksinasi sesuai jadwal yang ditetapkan, mengingat PTM mulai digelar secara terbatas;

e. Mendorong Pemda melalui Dinas Pendidikan untuk selektif membuka satuan pendidikan yang akan menggelar PTM terbatas, dengan memastikan terlebih dahulu kesiapan satuan pendidikan serta tenaga pendidiknya sebelum PTM dimulai, serta tidak memberikan izin kepada sekolah yang belum siap secara sarana prasarana untuk menggelar PTM;

f. Mengimbau kepada sekolah, guru dan murid yang mengikuti PTM terbatas di sekolah agar menerapkan prokes secara ketat, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, serta tidak berkerumun (3M) dan meminta kepada orang tua murid agar melengkapi kebutuhan anak yang akan kembali sekolah dengan masker dan handsanitizer guna meminimalisir tertular virus Corona.

(8 April 2021)