Pasukan Siber Manipulasi Informasi di Media Sosial
Keberadaan pasukan siber yang memanipulasi informasi di media sosial teridentifikasi di 81 negara, termasuk di Indonesia dan mayoritas digunakan untuk menyebarkan propaganda komputasi dan disinformasi tentang politik, berupa kampanye untuk mendukung pemerintah, kampanye menyerang pihak oposisi, hingga kampanye menekan pihak tertentu yang bertujuan memengaruhi opini publik sehingga hal ini menjadi ancaman kritis bagi demokrasi Indonesia, DPR perlu:
a. Mendorong Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Direktorat Tindak Pidana Siber Polri untuk melakukan pengawasan dan menelusuri akun-akun yang berpotensi menyebarkan disinformasi dengan cepat dan tepat, sehingga ketika terdapat unggahan yang dinilai merupakan berita bohong atau menyudutkan suatu pihak, dapat segera diambil tindakan dan memberikan sanksi kepada para pelaku penyebar disinformasi isu tersebut;
b. Mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meminta penyedia platform untuk berperan dalam menanggulangi sebaran disinformasi di media sosial dengan segera menutup akun yang teridentifikasi menyebarkan informasi tidak benar;
c. Mendorong Kemenkominfo meminta penyedia platform media sosial untuk mensosialisasikan ciri-ciri akun yang berpotensi menyebarkan disinformasi, sehingga masyarakat dapat mengetahui akun-akun penyebar disinformasi yang harus dihindari, serta bijak dalam menyaring informasi dari media sosial;
d. Mendorong Pemerintah untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, sehingga setiap ada informasi yang beredar di media sosial, publik dapat bersikap kritis dan tidak mudah untuk langsung turut menyebarkan informasi di media sosial yang merupakan berita bohong atau yang belum diketahui validitasnya;
e. Mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi media sosial dengan cara melaporkan akun yang terindikasi menyebarkan disinformasi, sehingga ketika terdapat unggahan suatu akun yang terindikasi berisi berita bohong, maka kasus tersebut dapat langsung ditindaklanjuti.
(21 Januari 2021)