BPOM Beri izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat vaksin pada vaksin Covid-19 Sinovac dengan angka efikasi sebesar 65,3 persen, selain itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan sertifikasi halal untuk vaksin tersebut, DPR perlu:
a. Mengapresiasi BPOM dan MUI yang telah melakukan uji klinis untuk memastikan keamanan dan efikasi dari vaksin tersebut serta upaya MUI dalam menguji kehalalan vaksin dan diharapkan izin edar dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk bersedia divaksin dan mendukung kesuksesan program vaksinasi Covid-19;
b. Mengapresiasi masyarakat yang menjadi relawan dalam uji klinis vaksin Sinovac, mengingat tanpa bantuan relawan program vaksinasi tidak bisa dilaksanakan;
c. Mendorong Pemerintah bersama BPOM untuk melakukan sosialisasi mengenai hasil uji klinis yang dilakukan BPOM dan menjelaskan kepada masyarakat terkait efek samping yang mungkin terjadi pasca vaksinasi, sehingga hal ini tidak lagi menjadi keraguan masyarakat terhadap vaksin Covid-19;
d. Mendorong Pemerintah untuk memastikan kesiapan sistem informasi satu data penerima vaksin benar-benar untuk program vaksinasi, dan meminta agar pemerintah memastikan validitas data penerima vaksin Covid-19 agar tidak ada data yang ganda maupun masuknya golongan masyarakat yang tidak termasuk penerima vaksin Covid-19;
e. Mendorong BPOM dan MUI untuk tidak berhenti di pengujian vaksin Sinovac saja, sebab pemerintah direncanakan akan menggunakan vaksin dari beberapa negara, sehingga peran BPOM dan MUI masih sangat dibutuhkan untuk menguji kemanan, efikasi, dan kehalalan vaksin Covid-19 lainnya sebelum didistribusikan ke masyarakat;
f. Mendorong Pemerintah dan aparat agar menindak tegas oknum-oknum yang menyebarkan berita bohong/hoaks terkait vaksin Covid-19, sehingga tidak masyarakat tidak terhasut isu-isu hoaks vaksin Covid-19;
g. Mengajak masyarakat agar tidak takut untuk divaksin, sebab seluruh komponen vaksin telah melalui serangkaian uji klinis untuk membuktikan keamanan dan efikasi vaksin, serta kehalalan vaksin, karenanya diharapkan masyarakat dapat bergotong royong menuntaskan pandemi Covid-19 melalui program vaksinasi Covid-19.
(12 Juni 2021)